Jumat, 16 April 2021

ADDRESS IPv4 & Subnetting

 

IP ADRESS V4

             adalah versi keempat dari Protokol Internet (IP). Ini adalah salah satu protokol inti dari metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 adalah versi pertama yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada tahun 1983. IPv4 masih merutekan sebagian besar lalu lintas Internet saat ini, meskipun penerapan protokol penerus, IPv6 sedang berlangsung

 

            IPv4 adalah protokol tanpa koneksi, dan beroperasi pada model pengiriman upaya terbaik, dalam hal itu tidak menjamin pengiriman, juga tidak menjamin urutan yang tepat atau menghindari pengiriman duplikat. Aspek-aspek ini, termasuk integritas data, ditangani oleh protokol transport lapisan atas, seperti Transmission Control Protocol

 

Network ID

            Network ID adalah Identitas dari suatu kelompok IP Address / subnet. Network ID merupakan bagian dari IP address yang menunjukan letak network atau jaringan dari suatu IP Address.

Network ID tergantung dari IP Address yang diberikan ke komputer. Untuk itu agar komputer bisa saling berkomunikasi satu sama lain masing-masing komputer harus memiliki network ID yang sama. Sebagai contoh: komputer dengan IP Address 192.168.1.1 maka komputer yang lain juga harus memiliki network ID yang sama yaitu 192.168.1.(Nomor IP selain 1) sehingga komputer-komputer tersebut bisa saling berkomunikasi.

 

HOST ID

            ID Host adalah identitas dari host (interface router, workstation, dan device) yang terhubung ke jaringan. Dalam hal ini Net ID berperan untuk mengidentifikasi suatu jaringan jaringan dari jaringan lain. Sementara Host ID berperan untuk melakukan identifikasi host dalam suatu jaringan. Dengan kata lain, seluruh host yang ada akan tersambung dalam jaringan yang sama, yakni jaringan yang memiliki Net ID yang sama.

Di sini, garis pemisah antara network dan host tidak tetap, karena tergantung pada kelas network masing-masing, yakni IP Address yang terbagi menjadi lima kelas, yakni dari kelas A hingga kelas E.

 

Jenis-Jenis Alamat

a.      Broadcast address

Broadcast address adalah alamat tujuan yang dituju oleh sebuah host jika akan mengirimkan pesan atau data kepada semua host yang ada pada LAN yang sama. Broadcast address tidak berlaku untuk LAN yang berbeda. Jadi jika sebuah host dalam LAN ingin mengirimkan informasi kepada semua host pada LAN tersebut maka cukup dilakukan dengan mengirimkan ke alamat broadcast. Contoh broadcast address adalah 192.168.1.255 subnetmask 255.255.255.0

 

b.    Multicast address


     Alamat multicast adalah adalah alamat tujuan yang dituju oleh sebuah host jika akan mengirimkan pesan atau data kepada beberapa  host saja yang ada pada LAN yang sama. Jadi jika sebuah host dalam LAN ingin mengirimkan informasi kepada  beberapa host tertentu saja  pada LAN tersebut maka cukup dilakukan dengan mengirimkan ke alamat multicast.

 

c.      Unicast address


      Alamat unicast adalah adalah alamat tujuan yang dituju oleh sebuah host jika akan mengirimkan pesan atau data kepada sebuah host yang ada pada LAN yang sama. Jadi jika sebuah host dalam LAN ingin mengirimkan informasi kepada satu host pada LAN yang sama maka cukup dilakukan dengan mengirimkan ke alamat host tujuan.  Setiap alamat host dianggap sebagai unicast address.

 

Kelas-Kelas Address IPv4

IP Address Kelas A

Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 126 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar

IP Address Kelas B

Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 192.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host. 

IP Address Kelas C

IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host

IP Address Kelas D

IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID

IP Address Kelas E

IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.

 

SUBNETTING

Subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuat network menjadi beberapa network yang lebih kecil, atau Subnetting merupakan sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.

 

Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standart, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.

 

Fungsi Subnetting

Salah satu fungsi subnetting adalah dapat membantu meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan. Saatnya mempertimbangkan subnetting jaringan Anda. Meskipun subnetting mengambil beberapa perencanaan dan dapat memakan waktu, itu sepadan dengan usaha. Berikut adalah beberapa manfaat dan fungsi dari subnetting yang harus Anda pertimbangkan.

·         Mengefisienkan Alamat IP

Penghematan alamat IP mengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memiliki 254, 65.000,atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.

·         Mengurangi Traffic Jaringan

Subnetting memastikan bahwa traffic yang ditujukan untuk perangkat dalam subnet tetap berada di subnet itu, yang mengurangi keleletan. Melalui penempatan subnet yang strategis, Anda dapat membantu mengurangi beban jaringan dan lalu lintas rute yang lebih efisien.
Jadi, apa yang terjadi pada jaringan besar tanpa subnet? Setiap komputer akan melihat paket broadcast dari semua komputer dan server di jaringan, sehingga switch harus memindahkan semua lalu lintas ke port yang sesuai. Hal ini menyebabkan peningkatan kelambatan, kinerja jaringan berkurang, dan waktu respons yang lebih lambat. Namun, menggunakan router untuk memindahkan lalu lintas antara hasil subnet tanpa lalu lintas siaran atau informasi apa pun yang tidak perlu diarahkan atau dipindahkan ke subnet lain. Karena jumlah lalu lintas dalam setiap subnet berkurang, kecepatan setiap subnet meningkat, yang memudahkan kemacetan jaringan.

 

·         Meningkatkan keamanan jaringan

Anda mungkin berpikir, “Bagaimana perangkat di jaringan saya aman? Dengan memisahkan jaringan anda menjadi subnet, Anda dapat mengontrol aliran lalu lintas menggunakan ACL, QoS, atau peta rute, memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi ancaman, titik tutup dari masuk dan targetkan tanggapan Anda dengan lebih mudah. Anda juga dapat membagi jaringan anda menggunakan router untuk menghubungkan subnet melalui konfigurasi ACL pada router dan switch. Akibatnya, perangkat di subnet tidak dapat mengakses seluruh jaringan. Pilihan lainnya adalah membatasi akses ke sumber daya pada klien nirkabel, memastikan bahwa informasi berharga tidak mudah diakses di lokasi terpencil.

·         Mengoptimalkan kinerja dan kecepatan jaringan

Mengoptimalisasi untuk kinerja jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih kecil dari Class C address.

Subnetting juga membagi domain siaran jaringan Anda, memungkinkan Anda untuk mengontrol arus lalu lintas dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kinerja jaringan. Sebuah peringatan, Anda lebih baik membatasi lalu lintas ke subnet tunggal dari pada membiarkannya berpindah dari subnet ke subnet.
Oleh karena itu, Anda harus membatasi jumlah perangkat di subnet Anda bila memungkinkan, bersama dengan mengendalikan arus lalu lintas antara subnet. Melakukan hal ini akan meningkatkan kecepatan dan kinerja jaringan Anda.

 

Tujuan Subnetting

Selain fungsi terdapat juga tujuan adanya subnetting ini. Hadirnya teknik subnetting ini tentunya sangat memudahkan seorang administrator jaringan untuk membuat dan mengamankan jaringan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa salah satu manfaat dari subnetting adalah meningkatkan keamanan jaringan. Untuk mengetahui apa saja tujuan subnetting berikut ini adalah penjelasannya :

·         Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).

·         Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

·         Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.

·         Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dengan topologi fisik jaringan.

·         Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.

·         Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.

·         Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

 

TABEL SUBNETTING








 REFERENSI

https://humbel.id/2019/08/pengertian-dan-pembagian-kelas-ip-address/

https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-subnetting/

https://akito-techno.blogspot.com/2013/03/kelas-kelas-ip-address-ipv4.html

https://slidetodoc.com/ip-address-by-prianto-1152020-1-ip-address/





Selasa, 13 April 2021

Pembutan JARINGAN LAN (Peer To Peer)

Pengertian 

Peer to Peer (P2P) adalah Suatu model komunikasi dua arah antar pengguna PC melalui jaringan komputer atau Internet tanpa melalui sebuah server. Dalam model ini, tiap pesertanya memiliki kapabilitas yang sama dan tidak seorangpun dari peserta dapat memulai suatu sesi komunikasi tersendiri.

 

Jaringan peer-to-peer (P2P) merupakan salah satu model jaringan komputer yang terdiri dari dua atau beberapa komputer, dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi. Bahkan untuk membuat jaringan peer-to-peer dengan dua komputer, kita tidak perlu menggunakan hub atau switch, namun cukup menggunakan 1 kabel UTP yang dipasangkan pada kartu jaringan masing-masing komputer.

 

Karakterisrik dari jaringan peer to peer antara lain:

 

1.      Tidak memiliki sebuah komputer yang berfungsi sebagai server terdedikasi.

2.      Setiap komputer dalam jaringan merupakan server dan sekaligus juga klien.

3.      Tidak adanya kontrol pada pengaturan keamanan jaringan

4.      Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang setara untuk dapat terhubung dalam satu jaringan

 

Alat Dan Bahan

1.      Laptop/Pc

2.      Kabel UTP

3.      Switch

4.      CMD

 

Langkah Kerja

1.      Sambungkan Kabel UTP(Cross) pada 2 buah laptop/PC

2.      Jika sudah tersambung Buat/Ubah alamat IP pada PC/Laptop dengan cara : StartàControl PanelàNetwork InternetàChange Adapter SettingàPilih LAN versi 2 atau  4àPropertiesà Masukkan IP Sesuai dgn AturanàUse the following IP addres.


 

3.      Masuk Ke CMD dengan cara : Tekan tombol Windows + R à Ketik “CMD”àEnter.

4.      Ping Alamat Tujuan contoh seperti dibawah


 KESIMPULAN

          Dalam pembutan JARINGAN LAN kita harus mengetahui alamat IP kita dan alamat IP tujuan kita agar tidak terjadi kesalahan jaringan , Selain itu kita juga harus memperhatikan langkah-langkah dalam pembuatan JARINGAN LAN agar tidak bermasalah dalam pengecekkan di CMD nantinya

Senin, 22 Maret 2021

PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER


Perangkat jaringan komputer adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat saling berbagi data.Perangkat jaringan sangat dibutuhkan mengingat hal ini adalah tool pokok yang harus ada dalam sebuah jaringan komputer.

Berikut adalah perangkat-perangkat jaringan computer dan fungsinya :

1. Modem



Modem atau Modulator Demodulator adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan internet melalui telepon, line kabel dan layanan dari penyedia jasa telekomunikasi lainnya. Modem sebenarnya merupakan singkatan dari modulator-demodulator. Dua kata itu sendiri mewakili dua macam fungsi yang dijalankan oleh sebuah modem.

Fungsi :

• Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital.

• Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog.

• Melakukan pemeriksaan paket data.

• Melakukan kompresi data.

• Menerima data.

• Mengirimkan data.


2. NIC atau Ethernet Card

NIC merupakan singkatan dari kata Network Interface Card atau sering juga disebut sebagai Network Card.

Pengertian NIC adalah kartu yang digunakan sebagai jembatan untuk menghubungkan komputer ke sebuah sistem jaringan. Perangkat keras NIC sendiri terhubung langsung dengan motherboard.

Fungsi :

• Transfer data.

• Mengontrol aliran data.

• Menerima data.


3. Repeater



Repeater adalah perangkat keras jaringan komputer untuk memperkuat sinyal jika digunakan pada jarak yang jauh. Dengan adanya repeater ini jaringan yang tidak terjangkau oleh jarak yang cukup jauh dalam suatu lan, dapat dikembangkan dan di tarik agak jauh dan memperoleh sinyal yang cukup.

Fungsi :

• Mempercepat aliran data atau informasi.

• Mempermudah pengiriman data atau informasi.

• Mengurangi noise.

• Menyusun ulang signal digital.

• Memudahkan akses Wi-Fi.

• Dapat mengcover area terpencil.

• Meminimalisir penggunaan jaringan kabel.

• Memperluas radius jangkauan signal.


4. Bridge


Bridge adalah sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN.

Jaringan LAN yang satu dihubungkan dengan jaringan LAN lainnya sehingga membentuk sistem jaringan yang jauh lebih luas dan kompleks.

Fungsi :

• Berfungsi sebagai router pada jaringan yang luas.

• Menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah.

• Menghubungkan jaringan LAN dengan LAN yang lain.


5. Switch

Switch adalah sebuah komponen pada komputer yang digunakan untuk membentuk sebuah hubungan. Hubungan tersebut dibuat dengan cara menggabungkan beberapa HUB menjadi satu agar menjadi suatu jaringan yang besar.

Fungsi :

• Untuk menerima sinyaldan juga data dari komputer atau server

• Mentransmisikan data dari server atau host ke dalam jaringan dan kepadaclient

• Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari server atau host menuju client

• Dapat mengaturdan juga membatasi jumlah paket data yang ditransmisikan kepadaclient.

• Sebagai central connection point

• Dapat berfungsisebagai repeater

• Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di dalam suatu jaringan


6. HUB


HUB adalah sebuah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan antara sebuah komputer dengan komputer lainnya. Koneksi yang dijalin menggunakan HUB biasanya menggunakan bantuan kabel.

Fungsi :

• Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer

• Mentransmisikan jaringan, terutama LAN

• Penguat sinyal dari suatu jaringan

• Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan


7. Acces Point


access point adalah sebuah peranti jaringan untuk menghubungkan komputer dengan sistem jaringan lokal (LAN) secara nirkabel. Teknologi yang dapat digunakan adalah Wi-Fi, Bluetooth, Wireless, dan lain sebagainya. Access point memerlukan bantuan komponen lain agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Fungsi :

• Sebagai sistem keamanan dalam wireless.

• Alat untuk mengatur IP address secara otomatis.

• Penghubung jaringan yang menggunakan kabel dengan jaringan nirkabel.

• Penyebar signal internet.


8. USB WiFi Adapter

USB Wifi Adapter adalah piranti pengganti Wifi Card pada komputer Anda yang bermasalah menyebabkan komputer tidak dapat terhubung dengan jaringan wi-fi. Jika wifi card Anda bermasalah, tinggal colokkan USB Wifi adapter ke port USB, install drivernya, kemudian Anda bisa dengan mudah terhubung dengan jaringan wi-fi.

Fungsi :

• menerima dan menyebarkan atau membagikan sinyal koneksi wifi dari satu komputer ke komputer lainnya


9. Multiplexer

Multiplexer adalah sebuah peralatan yang berfungsi untuk membuat efektif pemakaian saluran komunikasi dengan cara ‘sharing antar pemakai’ atau dapat diartikan sebagai switch yang menerima beberapa input saluran ke satu saluran.

Fungsi :

• untuk menyeleksi data untuk kemudian dipindahkan ke satu jalur


10. Konektor

Konektor merupakan alat yang di pasang pada masing masing ujung kabel jaringan untuk menghubungkan adapter network dengan kabel. Berbagai jenis konektor jaringan ini harus disesuaikan dengan tipe dan jenis kabel jaringan yang dipakai.

• Konektor RJ-45, untuk Kabel UTP

• Konektor BNC/T, untuk Kabel Coaxial

• Konektor ST, untuk Kabel Fiber Optic


11. Kabel

Kabel merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain. Kabel seiring dengan perkembangannya dari waktu ke waktu terdiri dari berbagai jenis dan ukuran yang membedakan satu dengan lainnya. Berdasarkan jenisnya, kabel terbagi menjadi 3 yakni kabel tembaga (copper), kabel koaksial, dan kabel serat optik.


12. Server

Server merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan tertentu pada sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan spesifikasi prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan.

Fungsi :

• menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya


13. Komputer Client



komputer client atau biasa disebut dengan user atau workstation. komputer client adalah Komputer Client adalah seperangkat komputer yang memungkinkan pengguna untuk mengakses servis atau layanan dari komputer server. Istilah Komputer Client bisa di sebut dengan Workstation atau Node.

Fungsi :

• mengakses servis atau layanan dari komputer server


Selasa, 16 Maret 2021

PEMBUATAN KABEL UTP

LAPORAN PEMBUATAN KABEL UTP

A.    Alat Dan Bahan

1.      Tang Crimping


 

2.      Kabel UTP

 


3.      Konektor RJ-45

 


4.      Tester kabel

 


 

B.     Langkah Kerja

1.      Potong Kabel UTP tadi sepanjang 2 meter untuk pembutan straight dan 1 meter untuk Cross.

2.      Kupas kabel bagian ujung sepanjang 2 cm.

3.      Buka pilinan kabel dan luruskan.

4.      Urutan kabel sesuai kabel yang akan dibuat sesuai gambar dibawah.

 


5.      Jika sudah, Rapikan atau sama ratakan ujung kabel denang pemotong di tang crimping

6.      Masukkan kabel tadi ke Konektor RJ-45.

7.      Crimping Konektor RJ-45 pada kabel UTP tadi dengan Tang Crimping.

8.      Cobakan kabel tersebut dengan Cable Tester.

 

C.    Hasil Pengujian


 

 

D.    Kesimpulan

Dalam pembutan kabel UTP hal perlu diperhatikan adalah Letak kabel apakah sudah sesuai atau belum dan Panjang kabel yg dimasukkan ke dalam Konektor harus sama panjang agar pada saat dicoba tidak gagal.


Jumat, 12 Maret 2021

KONSEP DASAR JARINAGAN KOMPUTER

 KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER


    A.  PENGERTIAN

Sekelompok computer otonom yang saling berhubungan satu dengan lainnya, menggunakan protocol komunikasi, melalui media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi informasi, aplikasi dan perangkat keras secara bersama-sama. Kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada di berbagai lokasiyang terdiri lebih dari satu computer yang saling berhubungan(Tanenbaum,1997)

    Selain itu pengertian Jaringan Komputer juga dapat diartikan sebagai jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan

B.  Tujuan dan Manfaat Membangun Jaringan

1.      Tujuan

·         Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien

·         Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan upto-date.

·         Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing).

·         Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien.

·         Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif.

 

2.    Manfaat

·         Memudahkan Berbagi Data

·         Memudahkan Komunikasi Antar Divisi

·         Menghemat Biaya

·         Meningkatkan Reliabilitas

·         Mempercepat Informasi dan Integritas data

 

 

C. Klasifikasi Jaringan Komputer

1.      Klasifikasi jaringan komputer berdasarkan fungsinya

   a)     Client Server

Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak yaitu pihak klien dan pihak server. Contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP.

Kelebihannya:

·         Arus informasi menjadi lebih cepat

·         Keamanan yang relatif lebih tinggi

·         Memiliki sistem backup data yang sangat baik

·         Server memegang penuh pada data yang di butuhkan oleh user

Kekurangannya :

·         Biaya operasional relatif lebih mahal

·         Memerlukan spesifikasi komputer yang besar

·         Ketika terjadi masalah pada server, maka seluruh koneksi jaringan akan mati

   b)     Peer To Peer

Pada jaringan peer to peer tidak ada komputer server ataupun komputer client, karena setiap komputer pada jaringan peer to peer bisa menyediakan layanan (fungsi server) dan menjadi pengakses layanan (fungsi client).

Kelebihannya :

·         Mudah instalasi.

·         Efisien.

·         Fleksibel.

·         Setiap komputer dapat berperan sebagai client ataupun sebagai server.

·         Tidak membutuhkan sistem operasi maupun aplikasi khusus untuk server.

·         Tidak membutuhkan administrator khusus untuk merawat jaringan.

Kelemahannya :

·         Tingkat kemanan yang rendah.

·         Backup juga dilakukan pada masing-masing komputer.

·         Troubleshooting yang lebih sulit, sebab semua komputer terlibat dalam sistem komunikasi jaringna.

·         Administrasi tidak terkontrol.

·         Banyak file sharing akan mempengaruhi kinerja komputer.

1.      Klasifikasi jaringan komputer berdasarkan Geografisnya

a)     WAN(Wide Area Network)

Pengertian Jaringan WAN adalah jaringan komputer yang mencakup area luas misalnya jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang memerlukan router dan saluran komunikasi publik.

Fungsi:

·         Meningkatkan Efisiensi Pergerakan Arus Informasi

·         Mengintegrasikan dan Menggabungkan Jaringan LAN dan MAN Menjadi Satu

·         Memfasilitasi dan Mempercepat Aliran Informasi dan Komunikasi

·         Mencegah Miskomunikasi

·         Mendukung Operasional Perusahaan Multinasional dan Internasional

Kelebihannya:

·         Bagikan informasi / file melalui area yang lebih luas.

·         Semua orang di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama.

·         Memiliki sistem jaringan besar / luas sehingga mampu menjangkau negara, benua, dan bahkan seluruh dunia.

·         Jika terhubung ke jaringan transfer file internet di tempat yang jauh dapat dilakukan dengan cepat.

·         Dapat berbagi sumber daya dengan koneksi workstation

Kelemahannya:

·         Biaya operasional mahal karena perawatannya sangat luas.

·         Dalam hal pengaturan jaringan WAN / pengaturan lebih sulit dan rumit, selain itu alat yang dibutuhkan juga sangat mahal.

·         Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.

·         Rentan terhadap peretas atau ancaman eksternal lainnya.

b)     MAN(Metropolitan Area Network)

Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan komputer yang dapat mencakup area yang lebih luas dan menggunakan teknologi yang lebih canggih dari LAN. Jaringan MAN merupakan gabungan beberapa jaringan LAN yang mana menjangkau hingga 10 s.d. 50 km.

Fungsi :

Jaringan MAN mempunyai fungsi untuk memenuhi kebutuhan internet pada sebuah perusahaan. MAN akan mempermudah pembagian dan penerimaan data maupun informasi. Terlebih lagi pemusatan data pada MAN akan lebih mudah dilakukan.

Melalui jaringan MAN, sebuah perusahaan dapat melakukan kegiatan bertukar informasi baik melalui Video Conference, Email, maupun chat yang dilakukan secara real time dengan memakai bandwith lokal.

Kelebihannya :

·         MAN mempunyai area jangkauan yang lebih luas dibandingkan LAN. Hal ini karena MAN dapat mencakup lingkup satu kota. Hal ini membuat komunikasi dengan jaringan MAN menjadi lebih efisien.

·         Jaringan MAN dipakai untuk mempermudah urusan bisnis. Keamanan berkomunikasi dengan jaringan MAN pun juga dinilai lebih terjaga.

·         Memiliki kecepatan transfer data yang tinggi.

Kelemahannya :

·         Jaringan MAN sangat mungkin untuk sirsak oleh orang yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi atau tujuan lainnya.

·         Apabila terjadi kerusakan pada jaringan MAN, waktu yang diperlukan untuk memperbaikinya akan cukup lama.

c)     LAN (Local Area Network)

Local Area Network (LAN) adalah suatu jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah lokal saja. Artinya, jaringan ini hanya dapat digunakan oleh pengguna di area LAN. LAN menghubungkan perangkat ke jaringan internet melalui perangkat jaringan sederhana.

Dalam jaringan LAN biasanya ditemukan kabel UTP, Hub, Switch, maupun Router. Contoh dari jaringan ini adalah komputer-komputer di sekolah, perusahaan, atau warung internet. Jaringan pada area yang terbatas tersebut biasanya merupakan jaringan LAN.

Fungsi :

·         Menghubungkan 2 Komputer atau Lebih

·         Memindahkan File dari Satu Komputer ke Komputer Lainnya

·         Sharing Printer

·         LAN Chatting

Kelebihannya :

·         Karena jangkauannya yang hanya mencakup area kecil, LAN tidak akan menguras terlalu banyak biaya. Selain itu, kabel yang digunakan pun tidak terlalu panjang. Ini akan lebih menghemat biaya.

·         Melalui LAN, koneksi transfer data antar node akan berlangsung dengan cepat.

·         Jaringan LAN tidak membutuhkan operator telekomunikasi untuk dapat membuat jaringan.

Kelemahannya :

·         Luas wilayah koneksi terbatas. Hal ini karena LAN hanya mencakup area lokal saja.

 

2.      Klasifikasi jaringan komputer berdasarkan Topologi

a)     Topologi Bus

Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

Karakteristik Topologi BUS:

·         Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.

·         Sangat sederhana dalam instalasi.

·         Sangat ekonomis dalam biaya.

·         Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.

·         Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.

·         Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

b)     Topologi Star

Seperti namanya susunan pada topologi STAR sama seperti lambang bintang yang biasa kita buat. topologi ini memiliki node inti/tengah yang disambungkan ke node lainnya.

Karakteristik Topologi Star :

·         Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).

·         Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.

·         Sangat mudah dikembangka.

·         Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.

·         Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

c)     Topologi Ring

Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.

Karakteristik Topologi Ring :

·         Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.

·         Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.

·         Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.

·         Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

·         Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

d)     Topologi Mesh

Topologi mesh adalah topologi gabungan dari  topologi Ring dan Star yang sudah saya jelaskan diatas.  Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Karakteristik Topologi Mesh :

·         Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.

·         Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.

·         Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.

e)     Topologi Tree

Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

·         Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.

·         Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga

f)      Topologi Extended Star

merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu

·         Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, Sedangkan sub node berkomunikasi dengan node pusat. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi. lalu lintas data mengalir dari node ke sub node pusat lalu diteruskan ke node dan kembali lagi.

·         Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.

Keamanan Jaringan Komputer

 S istem Keamanan jaringan komputer adalah suatu sistem untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari jaringan komputer...